Posted on 22 January 2011. Tags: BB, BlackBerry, Kominfo, Research In Motion, RIM, Twitter

Gonjang-ganjing yang digulirkan Menkominfo terkait rencana pemblokiran akses BlackBerry (BB) di Indonesia menuai pro dan kontra. Berita pun dipelintir seakan-akan titik pangkalnya sebatas untuk membatasi akses pornografi via BB, sehingga tuntutan pemerintah yang sebenarnya esensi dari permasalahan malah terlihat kabur. Maklum, negeri ini memang getol sekali menjual semua hal yang berbau pornografi….
Terkait dengan tuntutan pemerintah sebagaimana disampaikan Menkominfo yang dikomunikasikan kepada khalayak melalui akun Twitter @tifsembiring, pada tanggal 17 Januari 2011 terjadi pertemuan antara pihak Research In Motion (RIM) selaku produsen BB dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pertemuan tersebut menghasilkan 4 point yang dijanjikan RIM.
Keempat point itu adalah sebagai berikut:
- RIM berkomitmen untuk menyediakan pusat layanan purna jual. Meskipun sekarang RIM telah memiliki lebih dari 40 pusat layanan purna jual: BlackBerry Authorized Customer Care Center, namun Kominfo tetap akan memantau kebenaran, validitas serta efektifitas 40 pusat layanan purna jual tersebut
- RIM akan menindak-lanjuti fasilitasi akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia.
- RIM berkomitmen untuk melakukan pemblokiran akses konten internet negatif.
- RIM akan segera membangun sebuah Regional Network Aggregator di lokasi yang belum disampaikan.
Dengan disepakatinya keempat point tersebut, khususnya bagi pihak yang menentang pemblokiran BB bisa bernafas lega. Pemblokiran BB ditangguhkan sejenak, atau jika mungkin tidak akan terjadi pemblokiran jika RIM benar-benar berkomitmen memenuhi janjinya itu. Sebagai warga negara yang baik saya percaya bahwa apapun keputusan pemerintah saat ini adalah untuk kepentingan dan kehormatan kita sebagai bangsa yang berdaulat….
Posted in General Knowledge
Posted on 01 August 2010.

Berfoto sesaat sebelum kapal merapat di pelabuhan Wanci
Perjalanan menuju Wakatobi dimulai dari kota Bau Bau, naik KM Agil Pratama. Kapal berangkat jam 21.00. Saya sudah mempersiapkan diri karena menurut informasi, saat itu adalah musim ombak. Begitu masuk kapal, kebetulan saya memilih tiket yang ada kamarnya, saya langsung berusaha untuk tidur. Namun tengah malam saya terbangun karena kapal diombang-ambingkan ombak yang memang besar.
Singkat cerita, kapal merapat di pelabuhan Wanci, waktu menunjukkan pukul 07.00. Wanci adalah ibukota kabupaten Wakatobi. Wanci itu sendiri terletak di P. Wangi Wangi. Perlu diketahui, Wakatobi adalah singkatan dari pulau-pulau besar di kawasan itu, yaitu Wangi Wangi, Kaleudupa, Tomia dan Binongko. Satu-satunya sarana transportasi yang menghubungkan antar pulau itu dan pulau-pulau kecil lainnya adalah perahu, baik perahu motor cepat, ataupun kapal kayu kecil.
Tujuan pertama setelah kaki menginjak daratan P. Wangi Wangi adalah Hoga, sebuah pulau kecil di seberang P. Kaledupa. Pelabuhan yang menuju pulau-pulau di wilayah kabupaten Wakatobi terletak terpisah, termasuk untuk tujuan P. Hoga/P. Kaledupa.
Continue Reading
Hasil Pencarian Terkait:
kapal kayu (14),
Posted in Perjalanan
Posted on 27 July 2010. Tags: Bau Bau, benteng, KM Sinabung, kota bau-bau, masjid kesultanan, Pulau Buton, Taman Nasional, Wakatobi

Bau-bau adalah sebuah kota di Pulau Buton – Sulawesi Tenggara. Pulau Buton sendiri mengingatkan kita pada sebuah pulau penghasil aspal sebagaimana pelajaran SD. Sedangkan Bau Bau sendiri akan mengingatkan pada salah kesultanan terbesar di tanah air serta sebuah benteng terbesar di dunia. Perjalanan saya menuju Bau Bau dari Makassar dengan naik KM Sinabung. Berangkat dari Pelabuhan Soekarno Hatta – Makassar jam 23.00, merapat di Pelabuhan Bau Bau sekitar jam 13.00.
Continue Reading
Hasil Pencarian Terkait:
kota bau-bau (29), bau bau (15), km sinabung (13), baU BAUSULAWESI TENGARA (6), pulau bau bau (6), bau-bau (2), buton bau bau (1), kesultanan bau bau (1), kota buton (1), PELABUHAN BAU BAU (1), pelabuhan baubau (1),
Posted in Perjalanan