Kategori: Lain-lain

Jowo vs Londo = Menang Jowo

Saya itu wong Jowo asli. Kalo pas ngomong logat Jowonya medok pol, maka orang langsung ngomong, “ Wong Jowo to mas?” Karena sudah terlalu medok bahasa Jawanya saya selalu kesulitan untuk belajar bahawa asing, misalnya bahasa Inggris. Untuk menutupi kekurangan saya itu, saya lebih suka mentertawakan bahasa Inggris: coro londo dengan cita rasa Jowo.

Bagi sesama orang pribumi yang mendengar “coro londo – roso Jowo” bisa saja senyum-senyum, bagi wong londo asli paling cuma cengir-cengir gak ngerti “kamsude” (baca: maksude). Atau mungkin dalam hati ngrasani, “Dasar wong edan….”

Istilah lama bahasa Inggris yang di-Indonesia-kan, misalnya “walking-walking”, “washing-washing”, ” ooking-looking “dsb. Mungkin sebagian pembaca sudah ngeh, kalau “walking-walking” itu jalan-jalan, “washing-washing” = cuci-cuci dan kalau ada orang sok keinggris-inggrissan nyeletuk, “Ngapain loe ‘looking-looking’ gue…” itu maksudnya, “Ngapain loe ‘liat-liat’ gue….”

Saya sendiri pernah mendengar orang nyeletuk, “Don’t follow mix….” Pertamanya sih kayak Inggris asli, tapi kalau diterjemahkan maksudnya dia mau bilang, “Jangan ikut campur.” Nah lho…

Coba kalau misalkan kita ngomong pada si Mister, “I’ll be wasting little water,” kira-kira si Mister ngeh apa gak ya kalau sebenarnya kita pingin “buang air kecil” a.k.a. kencing… Seperti kata pepatah: Teacher wasting little water stand, student wasting little water run…

Jika ada orang Inggris yang merasa bersalah terus bilang, “Oh I’m sorry…. bla bla bla,” kita akan segera menjawab dengan penuh kebesaran hati selaku orang pemaaf, “No what-what sir…” Atau jika si Mister asli tanya, “ Where are you going?” Jawab saja, “I’m no where-where.”

He he he… Satu kemenangan kita bisa mentertawakan cas-cis-cus bahasa mereka. Saya yakin, mereka jelas gak punya bahan untuk mentertawakan bahasa kita…. Kita menang!

Leave a Reply